Tidak diragukan biang kerok nyaris semua masalah di dunia ini adalah tindakan yang dibalut dengan dusta, entah sejak awal atau di tengah-tengah prosesnya. Dusta itu aneh karena jika menggelinding, dan semua dusta entah kecil entah sedang entah besar, pasti menggelinding, maka sifat yang dipilih adalah menggelindingnya bola salju. Makin lama makin besar. Dusta awal yang mungkin kecil selalu harus ditutupi dengan dusta yang lebih besar jika harus ditutupi, dan pada gilirannya jika harus terus ditutupi lagi maka harus ditutupi oleh dusta yang lebih besar lagi, dan begitu seterusnya, sebelum akhirnya sang bola salju berhenti menggelinding dan pecah berantakan.
Pernahkah Tuhan dalam SabdaNya mengajarkan dusta, tanya Kasidi yang Penjaga Sabda suatu hariĀ berapi-api? Ya tidak pernahlah, malah jelas sekali dapat dikatakan bahwa Tuhan melarang dusta karena sekali berdusta, ibarat bola salju, terus menggelinding dan makin besar.
‘Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat,’ kata Tuhan tegas. Lebih jauh Tuhan mengatakan:
‘Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.’
Jadi ayo jangan berdusta lagi mulai hari ini meskipun ini sulitnya luar biasa, bahkan nyaris mustahil rasanya, tetapi harus dicoba dan berani dicoba setiap saat.
Buku ini, EssiĀ 300, memang dipilihkan judul Pesta Para Pendusta, diambil dari judul Essi nomor 280, dengan harapan apa yang dinarasikan dalam essi itu mendapat tempat dalam hati mereka yang sempat membacanya, sehingga ya tidak pernah memulai sesuatu dengan dusta, tidak berani lagi melanjutkan dengan dusta, dan tidak ingin mengakhiri dengan dusta. Sederhana, bukan? Ayo dicoba mulai hari ini, jangan ditunda-tunda.








Ulasan
Belum ada ulasan.