Menjadi Hamba Bukan Sempurna mengisahkan perjalanan batin Athalia, seorang perempuan yang berusaha menjalani hidup di tengah tuntutan untuk selalu tampak kuat, baik, dan taat. Di balik penampilan yang terlihat tenang, ia menyimpan lelah, ragu, dan rasa tidak pernah cukup. Novel ini memotret pergulatan manusia biasa yang berusaha memahami iman di tengah dinamika keluarga, persahabatan, dan cinta.
Melalui berbagai peristiwa yang membentuknya, Athalia belajar bahwa kedekatan dengan Allah tidak selalu lahir dari kesempurnaan, melainkan dari kejujuran menghadapi luka dan keterbatasan diri. Setiap jatuh dan bangunnya menjadi ruang refleksi tentang makna ketaatan, pengampunan, dan harapan. Pembaca diajak menyelami proses pertumbuhan spiritual yang tidak linear, namun penuh pelajaran.
Novel ini menghadirkan kisah yang hangat dan reflektif tentang penerimaan diri dan keberanian untuk terus kembali kepada Tuhan. Menjadi Hamba Bukan Sempurna menegaskan bahwa menjadi hamba adalah perjalanan panjang yang diwarnai kesalahan, usaha, dan doa. Dari sanalah manusia menemukan kekuatan untuk bertumbuh dan memaknai hidup dengan lebih jernih.








Ulasan
Belum ada ulasan.