Komunikasi Agama di Era Digital: Membangun Dialog, Moderasi, dan Peradaban membahas perubahan komunikasi agama di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Media sosial, platform digital, dan kecerdasan buatan telah memperluas ruang penyampaian pesan keagamaan. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai persoalan, seperti hoaks, ujaran kebencian, polarisasi, intoleransi, dan menurunnya etika komunikasi publik.
Buku ini menjelaskan bahwa komunikasi agama tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan ajaran keagamaan. Komunikasi agama juga berperan dalam membangun dialog, memperkuat moderasi beragama, meningkatkan literasi digital, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadaban. Pesan keagamaan perlu disampaikan secara bijaksana, kontekstual, dan menghargai keberagaman masyarakat.
Pembahasan dalam buku ini memadukan konsep dasar komunikasi, teori komunikasi kontemporer, prinsip komunikasi agama, etika komunikasi, dan dinamika media digital. Buku ini juga mengulas pemanfaatan kecerdasan buatan, strategi komunikasi keagamaan, serta berbagai tantangan dan peluang yang muncul dalam membangun peradaban berbasis nilai kemanusiaan, toleransi, dan kebajikan universal.
Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, penyuluh agama, tokoh masyarakat, praktisi komunikasi, serta masyarakat umum yang tertarik pada kajian komunikasi agama. Melalui buku ini, pembaca diharapkan mampu memahami, mengembangkan, dan menerapkan komunikasi yang lebih dialogis, moderat, etis, serta berorientasi pada terciptanya harmoni sosial di era digital.








Ulasan
Belum ada ulasan.