Buku ini mengisahkan perjalanan seorang perempuan yang sejak awal memilih Hukum Islam sebagai jalan intelektualnya, tetapi kemudian justru menemukan sebagian besar perjalanan hidupnya di dunia pendidikan. Dari Fakultas Syariah UIN Jakarta, pendidikan Hukum Perdata di UMJ, S2 Hukum Islam, hingga S3 di UIN Bandung, hukum terus menjadi bidang yang dipelajari dan dicintai. Namun, perjalanan hidup membawanya ke ruang kelas. Ia mengajar bukan karena sejak kecil bercita-cita menjadi guru, melainkan karena sebuah kesempatan sederhana yang kemudian perlahan berubah menjadi jalan pengabdian.
Dari pengalaman pertama mengajar dengan honor Rp10.000, perjalanan itu berkembang menjadi guru di berbagai sekolah, kepala madrasah, pengelola kurikulum, hingga akhirnya memasuki dunia perguruan tinggi sebagai dosen. Di sepanjang perjalanan tersebut, hukum tidak pernah benar-benar ditinggalkan. Hukum justru menjadi cara berpikir yang dibawa ke dalam dunia pendidikan. Buku ini memperlihatkan bagaimana seseorang dapat mencintai sebuah ilmu tanpa harus menjadikannya sebagai profesi praktis, karena ilmu dapat menemukan bentuk pengabdiannya melalui jalan yang berbeda.
Jalan yang Dipilihkan: Ketika Cinta pada Hukum Menemukan Jalan Pendidikan Jilid 1 mengajak pembaca mengikuti perjalanan dari bangku kuliah menuju ruang kelas, dari menjadi murid hingga dipercaya menjadi guru dan pemimpin pendidikan. Buku ini bukan hanya kisah tentang profesi, tetapi tentang pilihan, kesempatan, ketekunan, dan proses menemukan diri. Buku ini hadir bagi siapa saja yang sedang mencari makna di balik perjalanan hidupnya, terutama mereka yang pernah merasa bahwa jalan yang ditempuh berbeda dari rencana semula. Barangkali, seperti yang dialami penulis, jalan yang tidak pernah direncanakan justru menjadi jalan yang paling bermakna.
SEJATINYA, AKU TIDAK MENINGGALKAN HUKUM. AKU HANYA MENEMUKAN CARA LAIN UNTUK MENGABDIKANNYA








Ulasan
Belum ada ulasan.