Berlatar dunia modern yang dipenuhi teknologi, media digital, dan janji kemajuan tanpa batas, buku ini mengajak pembaca menyusuri sebuah labirin kehidupan ruang tempat iman, identitas, dan kemanusiaan diuji. Melalui rangkaian Journey naratif-reflektif, pembaca diajak memahami pergulatan manusia sebagai Imago Dei di tengah godaan transhumanisme, budaya instan, dan algoritma yang membentuk cara berpikir generasi masa kini.
Kisah ini tidak berhenti pada kritik, tetapi bergerak menuju pemulihan dan pengutusan. Dengan memadukan cerita, refleksi Alkitabiah, serta wawasan teologi Kristen Reformed, buku ini menegaskan bahwa manusia bukan sekadar makhluk yang dapat ditingkatkan oleh teknologi, melainkan pribadi yang diciptakan, dipulihkan, dan diutus oleh Allah.
Dari padang gurun pembentukan hingga panggilan Missio Dei, pembaca khususnya remaja, pemuda, dan mahasiswa diajak menemukan arah hidup yang setia, bijak, dan bermakna di dunia digital. Buku ini menutup dengan seruan pengharapan: perjalanan iman justru baru dimulai saat kembali melayani dunia.








Ulasan
Belum ada ulasan.