Kumpulan cerpen Diri yang Tak Pernah Usai karya Ridarman Bay menghadirkan lima belas cerita yang merekam sisi-sisi manusia yang kerap terabaikan. Dengan bahasa yang lugas dan tajam, setiap cerita menelusuri pengalaman batin yang kompleks—tentang keluarga, kehilangan, kesepian, serta luka hidup yang tidak pernah benar-benar pulih. Buku ini menegaskan bahwa di dalam diri setiap orang tersimpan retakan yang sunyi, menunggu untuk dipahami dan diungkapkan.
Tersusun dalam lima bagian, buku ini menyajikan beragam tema kehidupan. Bagian Sendiri di Tengah Ramai menggambarkan isolasi batin dan tekanan sosial, seperti kisah Badri yang tetap terhukum oleh pandangan masyarakat meski telah bebas dari penjara. Bagian Yang Tidak Dipilih mengangkat persoalan cinta dan keputusan hidup, menghadirkan tokoh-tokoh yang terjebak dalam hubungan yang tak seimbang dan pilihan yang terlambat disadari. Nama yang Tak Dipanggil menyentuh isu pengakuan dalam keluarga dan identitas yang terabaikan. Sementara itu, Seperti Dulu, Tapi Bukan memperlihatkan perubahan manusia, konflik keluarga, dan rasa iri yang perlahan merusak hubungan. Bagian terakhir, Sisa yang Tak Ikut Pergi, mengangkat tema kehilangan dan tanggung jawab keluarga yang kerap diabaikan.
Melalui keseluruhan cerita, buku ini menjadi cerminan perjalanan manusia yang dipenuhi gelombang emosi—kadang tenang, namun tak jarang menghantam dengan keras—mengajak pembaca menyelami kedalaman perasaan yang tak pernah benar-benar selesai.








Ulasan
Belum ada ulasan.