Zelinanta Prasetyo, seorang gadis remaja dari Desa Tambora, tumbuh dalam kesederhanaan dan kasih sayang keluarga kecilnya—ayah seorang petani, ibu tiri penuh cinta, dan nenek yang setia merapal doa. Di tengah keterbatasan ekonomi, Zelin menyimpan mimpi besar: melanjutkan kuliah dan keluar dari siklus kemiskinan. Namun, dunia tak selalu berpihak pada yang bermimpi. Ia dihina karena miskin, diolok karena punya cita-cita, dan harus menerima kenyataan pahit bahwa uang dan koneksi lebih menentukan daripada prestasi.
Saat kesempatan beasiswa pun direbut secara tidak adil, Zelin nyaris kehilangan harapan. Tapi cinta keluarganya menjadi bara yang menghidupkan kembali semangatnya. Dengan tekad tak tergoyahkan, ia memilih bangkit, menolak tunduk pada ejekan dan cibiran. Perjalanan Zelin dari desa menuju kota adalah kisah keberanian, perjuangan, dan harga diri. Di tengah lidah-lidah yang menyulut api dan jalan terjal yang menanti, Zelin membuktikan bahwa impian bukan milik orang kaya semata—tetapi milik siapa pun yang berani memperjuangkannya.
Cinta Tak Bersyarat bukan sekadar cerita tentang mimpi, melainkan tentang bagaimana cinta tulus dari keluarga mampu menjadi fondasi teguh bagi seorang gadis biasa untuk menantang dunia luar biasa.








Ulasan
Belum ada ulasan.