UNGU

Rp200.000

PenulisKomarudin Humaedi
Tahun TerbitJuni 2026
Jumlah halaman326
Ukuran kertas14 x 21
Jenis kertasBookpaper
ISBN/No.Reg-
Kategori:

Bagi banyak orang, gema takbir di malam Idulfitri adalah senandung kemenangan dan kebahagiaan. Namun bagi Azzahra, gema tersebut justru menjadi ketukan keras pada pintu kenangan kelam yang selalu ia kunci rapat-rapat. Pada usia dua belas tahun, sebuah kecelakaan tragis di malam takbiran merenggut seluruh keluarganya dalam sekejap. Mobil sedan kecil berwarna ungu, warna kesukaannya, berubah menjadi tumpukan besi ringsek setelah dihantam truk yang remnya blong. Sejak saat itu, warna ungu tidak lagi bermakna keindahan, melainkan simbol luka paling dalam dan kehilangan yang menetap selamanya.

Yatim piatu dan kesepian, Azzahra kemudian diasuh oleh pamannya. Namun alih-alih mendapatkan pelukan hangat, ia justru dikirim ke pondok pesantren jauh dari rumah karena dianggap beban. Di tengah kesunyian, disiplin, dan rindu yang dipendam sendiri, Azzahra tumbuh menjadi gadis pendiam yang menyimpan dendam pada takdirnya sendiri, selalu dihantui rasa bersalah: “Kenapa bukan aku saja yang ikut pergi malam itu?”

Di sisi lain kehidupan kampus yang sama, hidup Aris, seorang mahasiswa filsafat yang cerdas, kritis, namun tenang. Berbeda dengan Azzahra, Aris tumbuh dalam keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang. Baginya, filsafat adalah alat untuk berpikir jernih, meskipun ia kerap resah melihat teman-teman kampusnya mereduksi Tuhan sekadar menjadi bahan adu logika. Di bawah bimbingan Pak Shidik, dosen filsafat sekaligus pengasuh pesantren, Aris belajar bahwa nalar adalah pelayan yang baik tetapi tuan yang buruk, dan iman sering lahir bukan dari kemenangan debat, melainkan dari kerendahan hati menghadapi ketidakpastian.

Takdir kemudian mempertemukan keduanya. Melalui perantara Pak Shidik dan sebuah pertemuan tak terduga di seminar kampus, Aris mulai mengenal Azzahra, gadis bermukena ungu lembut yang kehadirannya tenang, namun menyimpan luka masa lalu yang begitu dalam. Dari pertemuan itu, perlahan dua dunia yang berbeda, logika dan luka, mulai bersentuhan dalam diam yang penuh makna.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “UNGU”
Keranjang Belanja