Kedekatan tidak selalu sejalan dengan rasa terhubung. Banyak hubungan berjalan tanpa gejolak, menjalani rutinitas bersama, tampak utuh dari luar, namun menyimpan jarak yang tumbuh perlahan di ruang batin.
Buku ini mengajak pembaca memasuki wilayah sunyi dalam hubungan jangka panjang. Melalui refleksi yang tenang dan bahasa yang bersahabat, pembahasan diarahkan pada keterasingan emosional, kelelahan relasional, serta interaksi yang kehilangan kedalaman tanpa disadari.
Apakah kebersamaan yang dijalani masih menghadirkan rasa saling menjangkau, atau hanya menjaga keberlangsungan hubungan? Sejak kapan keheningan menjadi lebih dominan daripada percakapan yang bermakna?
Rasa terhubung dapat meredup, namun tidak harus berakhir. Dengan kesadaran dan kehadiran yang jujur, kedekatan memiliki peluang untuk dikenali dan dirawat kembali.








Ulasan
Belum ada ulasan.