Buku ini mengikuti langkah yang berwudlu tetapi belum bersih,
yang shalat tetapi belum hadir,
yang berpuasa tetapi belum kembali,
yang memberi tetapi masih menggenggam.
Di dalamnya, ibadah terjadi sepanjang hidup,
namun pulang selalu ditunda.
Halaman demi halaman berjalan bersama perjalanan yang sama:
gerakan mendekat kepada Tuhan,
dengan hati yang sering tertinggal jauh.
Sampai akhirnya tiba pada satu kesadaran yang sunyi —
bahwa yang paling melelahkan bukanlah taat,
melainkan hidup lama tanpa-Nya.
Dan di ujung buku ini tersisa satu luka yang jujur:
sejak awal tidak pernah diusir,
tetapi hampir seluruh umur telah dihabiskan untuk menjauh.








Ulasan
Belum ada ulasan.