Peradaban telah bergerak ke arah yang tidak terelakkan: dunia digital kini menjadi ruang hidup baru bagi Generasi Z dan Generasi Alpha. Mimbar tidak lagi terbatas pada gedung gereja, melainkan hadir di layar ponsel dan media sosial yang membentuk cara berpikir, berelasi, dan mencari makna. Buku ini menegaskan bahwa gereja tidak dipanggil untuk mundur dari perubahan tersebut, tetapi untuk hadir secara sadar dan bertanggung jawab di tengah arus zaman yang terus bergerak.
Mengambil inspirasi dari keberanian Rasul Paulus di Areopagus ketika berbicara kepada masyarakat Athena, buku ini mengajak gereja memahami “bahasa digital” generasi masa kini. Injil tetap sama dalam kebenaran dan kuasanya, namun cara penyampaiannya perlu menjangkau konteks yang terus berubah. Generasi digital hidup dalam dunia yang cepat, visual, dan interaktif, tetapi juga rentan terhadap kebingungan identitas dan kesepian yang tersembunyi.
Melalui refleksi yang tajam dan relevan, buku ini mendorong gereja untuk menjadi saksi di ruang virtual, bukan sekadar penonton. Teknologi tidak hanya dipandang sebagai alat, melainkan sebagai ladang misi yang terbuka luas. Kiranya karya ini menolong para pelayan Tuhan dan setiap orang percaya untuk menghadirkan Injil yang hidup dan mentransformasi, sehingga suaranya tetap bergema hingga ke dalam dunia digital.








Ulasan
Belum ada ulasan.