Perkembangan anak sekolah dasar tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemampuan mengenali dan mengelola emosi, membangun hubungan sosial, menunjukkan empati, bekerja sama, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Buku Sinematerapi Berbasis Cerita Rakyat Melayu: Kearifan Lokal, Indigenous Knowledge, dan Penguatan Kompetensi Sosial Emosional Anak Sekolah Dasar hadir dengan menawarkan pendekatan kreatif yang memadukan kekayaan cerita rakyat Melayu, media sinema, kearifan lokal, dan indigenous knowledge sebagai bagian dari proses pendidikan dan pendampingan psikopedagogis anak.
Sinema memiliki kekuatan dalam menghadirkan cerita, tokoh, konflik, ekspresi emosi, serta nilai kehidupan melalui pengalaman visual yang dekat dengan karakteristik belajar anak. Melalui pendekatan sinematerapi, pengalaman menyaksikan dan memahami cerita dapat diarahkan menjadi ruang refleksi untuk mengenali perasaan, memahami perspektif orang lain, menghadapi konflik, dan menemukan alternatif perilaku yang lebih adaptif. Ketika materi sinematerapi bersumber dari cerita rakyat Melayu, proses tersebut memperoleh konteks budaya yang lebih dekat dengan lingkungan sosial dan pengalaman peserta didik.
Buku ini mengembangkan pandangan bahwa cerita rakyat bukan sekadar peninggalan budaya yang perlu dilestarikan, melainkan juga sumber pengetahuan dan pembelajaran yang dapat diolah secara kreatif untuk menjawab kebutuhan pendidikan masa kini. Berbagai nilai yang terkandung dalam cerita rakyat Melayu, seperti keberanian, tanggung jawab, kepedulian, gotong royong, kebijaksanaan, penghormatan terhadap sesama, dan kemampuan menghadapi persoalan, dapat menjadi bahan untuk membangun pengalaman belajar yang kontekstual sekaligus memperkuat kompetensi sosial emosional anak.
Dengan menghubungkan budaya lokal dan pendekatan psikopedagogis modern, buku ini memberikan perspektif bahwa pendidikan anak dapat dikembangkan tanpa melepaskan akar budaya. Sinema menjadi jembatan antara narasi tradisional dan pengalaman belajar kontemporer, sementara cerita rakyat Melayu menjadi sumber nilai yang memungkinkan anak memahami kehidupan melalui tokoh, peristiwa, konflik, dan pesan yang memiliki kedekatan dengan lingkungan budayanya.
Buku ini ditujukan bagi guru sekolah dasar, mahasiswa bidang pendidikan, konselor, praktisi pendidikan, peneliti, pemerhati budaya, serta siapa saja yang memiliki perhatian terhadap perkembangan sosial emosional anak dan pemanfaatan budaya lokal dalam pendidikan. Kehadirannya diharapkan dapat memperkaya wawasan mengenai pemanfaatan cerita rakyat Melayu melalui media sinema sekaligus mendorong lahirnya praktik pembelajaran dan pendampingan anak yang kreatif, kontekstual, berbasis budaya, dan berorientasi pada perkembangan anak secara utuh.








Ulasan
Belum ada ulasan.