Buku ini mengkaji persoalan perbudakan perempuan melalui perspektif Al-Qur’an, hadis, dan feminisme dengan pendekatan kritis serta kontekstual. Pembahasan di dalamnya berfokus pada persoalan kedudukan, hak, dan kehormatan perempuan, khususnya budak perempuan, dalam kajian teks-teks keagamaan dan pemikiran feminisme.
Melalui analisis terhadap sumber-sumber Islam dan perspektif feminis, buku ini berusaha memahami bagaimana perbudakan perempuan diposisikan dalam konteks sejarah, sosial, dan keagamaan. Kajian ini menghadirkan pembacaan kritis terhadap relasi kuasa, ketidaksetaraan, serta konstruksi pemahaman mengenai perempuan dalam tradisi keagamaan.
Buku ini membahas pertemuan antara Al-Qur’an, hadis, dan feminisme dalam melihat persoalan perbudakan perempuan sebagai bagian dari diskursus keislaman dan kemanusiaan.








Ulasan
Belum ada ulasan.