Buku ini hadir sebagai panduan futuristik yang menjembatani hakikat pembelajaran matematika dengan dinamika pendidikan di era digital. Penulis mengawali pembahasan dengan memotret karakteristik peserta didik abad ke-21 yang menuntut transformasi peran teknologi bukan sekadar sebagai alat, melainkan sebagai katalisator dalam mencapai Deep Learning. Melalui landasan teoretis yang kuat, buku ini membedah perbedaan mendasar antara pembelajaran permukaan (surface learning) dengan pembelajaran mendalam, serta bagaimana Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila menjadi ruh dalam kebijakan digitalisasi pendidikan saat ini.
Lebih lanjut, buku ini menyajikan strategi taktis dalam mendesain pembelajaran matematika yang inovatif, mulai dari penyusunan modul ajar berbasis Deep Learning hingga implementasi berbagai model mutakhir seperti Flipped Classroom, Heutagogi, dan integrasi Artificial Intelligence (AI). Pembaca diajak untuk mengeksplorasi pemanfaatan media interaktif, gamifikasi, hingga teknologi Augmented Reality (AR) guna menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan berdiferensiasi. Tak hanya berfokus pada konten, buku ini juga mengupas tuntas sistem asesmen autentik yang mampu mengukur kemampuan berpikir kritis serta kreativitas siswa dalam memecahkan masalah matematika yang kompleks.
Pada bagian akhir, buku ini menekankan pentingnya sinergi antara kompetensi guru (TPACK), keterlibatan orang tua dalam Home-Based Learning, dan kolaborasi dengan industri digital. Penulis menegaskan bahwa masa depan pembelajaran matematika bergantung pada kemampuan guru bertransformasi menjadi fasilitator dan coach yang mampu membangun ekosistem belajar berkelanjutan. Ditutup dengan paparan riset, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan best practice implementasi di sekolah, karya ini menjadi referensi wajib bagi para pendidik, peneliti, dan praktisi pendidikan yang ingin mewujudkan inovasi pembelajaran matematika yang bermakna dan relevan dengan tantangan zaman.








Ulasan
Belum ada ulasan.