Jakarta, sebagai ibu kota yang sarat sejarah dan dinamika sosial-ekonomi, selama puluhan tahun menghadapi tantangan berat: banjir yang berulang, polusi udara, kemacetan lalu lintas, serta berkurangnya ruang terbuka hijau. Buku ini hadir sebagai refleksi kritis sekaligus gagasan visioner tentang masa depan kota Jakarta, dengan mengusung konsep transformasi urban berbasis kanal yang hijau, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Melalui pendekatan multidisipliner yang memadukan arsitektur lanskap, tata ruang, teknologi perkotaan, dan kesadaran ekologi, penulis mengajak pembaca melihat ulang Jakarta bukan sebagai kota yang stagnan, tetapi sebagai ruang hidup yang dapat dihidupkan kembali.
Buku ini tidak hanya menyajikan teori dan gagasan, tetapi juga membumikan ide-ide besar dalam bentuk skenario visual, contoh penerapan kanal hijau di kota-kota dunia, dan model adaptasi yang relevan bagi konteks Jakarta. Kanal tidak hanya diposisikan sebagai saluran air atau pengendali banjir, tetapi sebagai nadi kehidupan urban yang dapat memulihkan hubungan manusia dengan air dan alam. Penulis menggambarkan bagaimana kanal dapat menjadi koridor ekologis, ruang interaksi sosial, jalur transportasi alternatif, dan medium transformasi budaya kota.
Melalui narasi yang inspiratif dan data yang komprehensif, buku ini mengajak para pembaca – mulai dari perencana kota, akademisi, pemangku kebijakan, hingga warga kota – untuk bermimpi bersama tentang Jakarta yang lebih hijau, sehat, dan inklusif. “Mimpi tentang Jakarta” adalah seruan untuk tidak menyerah pada kerumitan kota, melainkan merangkul perubahan dengan imajinasi, keberanian, dan komitmen terhadap masa depan yang lebih baik.







Ulasan
Belum ada ulasan.