Selama ratusan tahun, kita dicekoki sebuah kisah horor: Seorang sahabat Nabi yang ahli ibadah, Al-Qamah, bernafas dalam kondisi lidah terkunci. Ia tidak bisa menyebut Nama Allah hanya karena ibunya hipotek. Solusinya? Nabi memerintahkan kayu bakar dikumpulkan untuk membakar Al-Qamah hidup-hidup.
Kisah ini telah menjadi “senjata” ampuh para penceramah untuk membuat kita menangis, dan “alat teror” bagi orang tua untuk mematikan anak.
Tapi, pernahkah Anda bertanya:
- Benarkah Nabi Muhammad SAW, ayat Rahmatan Lil ‘Alamin , tega diperintahkan membakar sahabatnya sendiri?
- Bukankah surga dan neraka seorang anak bisa disandera sepenuhnya oleh suasana hati orang tua, melangkahi keadilan Allah?
- Bagaimana jika saya katakan kepada Anda bahwa kisah ini, menurut sebagian besar ulama hadis, adalah HOAKS ?
Buku ini bukan sekadar kritik sejarah. Ini adalah sebuah gugatan. Penulis mengajak Anda menjadi detektif sejarah untuk melacak asal-usul cuplikan ini, mengungkap dampak psikologisnya yang merusak mental anak-anak, dan menyelamatkan wajah Nabi kita dari tuduhan kejam.
Selamat datang di kenyataan yang menyakitkan, namun memerdekakan.








Ulasan
Belum ada ulasan.