Buku ini mengusung gagasan progresif mengenai Kawasan Eksklusif Transmigrasi Modern (KETM) sebagai pendekatan baru dalam pembangunan wilayah dan penciptaan lapangan kerja berkualitas di Indonesia. KETM dikembangkan sebagai kawasan transmigrasi yang dirancang secara terencana, eksklusif, dan berbasis teknologi, dengan sasaran utama adalah tenaga kerja terdidik yang siap mengelola lahan kritis secara produktif dan berkelanjutan. Buku ini menyajikan kerangka konseptual dan praktis mengenai bagaimana lahan-lahan tidur di kawasan hutan dapat diubah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui inovasi sosial, kolaborasi multisektor, dan transformasi kelembagaan.
Di tengah semakin terbatasnya ruang hidup di kawasan perkotaan dan tingginya tingkat pengangguran lulusan pendidikan tinggi, buku ini menawarkan pendekatan alternatif dengan memberdayakan kawasan marginal. KETM tidak hanya menjadi proyek pembangunan fisik, tetapi juga menjadi instrumen perubahan sosial, di mana transmigran modern dilengkapi dengan pelatihan, fasilitas modern, dan akses terhadap teknologi hijau untuk mendukung pertanian cerdas, pengelolaan hutan lestari, dan industri lokal berbasis sumber daya terbarukan. Inilah bentuk transmigrasi baru yang terintegrasi dengan semangat keberlanjutan, kemandirian ekonomi, dan pemerataan pembangunan.
Ditulis dengan dukungan data empirik, argumentasi ilmiah, dan tinjauan kebijakan nasional, buku ini memberikan inspirasi sekaligus cetak biru bagi para pengambil kebijakan, akademisi, dan praktisi pembangunan wilayah. KETM merupakan model pembangunan masa depan yang menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan ekologis secara harmonis. Buku ini menjadi ajakan untuk melihat transmigrasi bukan sebagai beban masa lalu, melainkan peluang strategis untuk membangun Indonesia dari pinggiran, dengan pendekatan yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.








Ulasan
Belum ada ulasan.