LIMA SEKAWAN bercerita tentang persahabatan lima santri—Aji, Zaid, Radit, Arul, dan Faiz—di sebuah pondok pesantren. Cerita dimulai ketika Aji, yang dikenal malas, dipaksa bangun untuk sholat subuh oleh anggota OSIS, Sadiq dan Muhammad. Namun, sifat Aji berubah setelah ia menunjukkan keberanian dan kemampuan dalam pertandingan sepak bola, membuktikan dirinya berharga di mata teman-temannya dan menjadi lebih rajin serta bersemangat.
Suatu malam, kelima sahabat menemukan tangga di dekat tembok pondok dan menyadari ada santri misterius yang melarikan diri. Mereka memutuskan mengejar dan secara tak sengaja terjerumus dalam konspirasi yang lebih besar, termasuk perkelahian di rumah tua. Meski babak belur, mereka berhasil kembali ke pondok namun dihukum karena melanggar aturan.
Setelah itu, mereka ditugaskan berpatroli dan mencatat hal-hal mencurigakan. Dalam patroli, mereka diserang oleh pria misterius yang memotret mereka dan melarikan diri. Tidak lama kemudian, kelima santri diculik oleh jaringan konspirasi tersebut. Berkat penyelidikan polisi dan informasi dari si pemotret yang menyesal, mereka berhasil ditemukan dan dipulangkan.
Meskipun selamat, para santri menghadapi trauma fisik dan mental. Mereka menjalani konseling dan berjanji untuk saling menjaga, menjadikan persahabatan mereka simbol keteguhan dan keberanian di tengah bahaya.








Ulasan
Belum ada ulasan.