Buku ini mengangkat peran leuit—lumbung padi tradisional masyarakat Sunda—sebagai simbol sekaligus sarana nyata dalam menjaga ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Dalam era modern yang cenderung mengabaikan nilai-nilai tradisi, leuit hadir sebagai representasi budaya yang tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga relevansi tinggi dalam menghadapi tantangan krisis pangan dan ketergantungan terhadap sistem pangan global.
Melalui kajian antropologis, sosiologis, dan ekologis, buku ini menggali filosofi di balik praktik penyimpanan hasil panen secara tradisional, serta bagaimana nilai gotong royong, kemandirian, dan keberlanjutan tertanam kuat dalam sistem leuit. Penulis juga menyoroti bagaimana leuit dapat menjadi model ketahanan pangan lokal yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Ditulis dengan pendekatan ilmiah namun tetap humanis, buku ini cocok bagi akademisi, pemerhati budaya, pengambil kebijakan, dan siapa pun yang tertarik pada isu kedaulatan pangan dan pelestarian budaya lokal. Leuit bukan hanya lumbung, tetapi juga warisan pengetahuan yang menyimpan harapan bagi masa depan pangan Indonesia.








Ulasan
Belum ada ulasan.