Buku ini membahas fenomena tekanan mental anak yang muncul akibat pemahaman keagamaan yang menempatkan ibu sebagai otoritas absolut tanpa batas kritik. Dalam banyak budaya religius, hadis “surga di bawah telapak kaki ibu” sering digunakan sebagai legitimasi untuk menuntut kepatuhan total anak kepada ibu, bahkan dalam situasi yang menimbulkan tekanan psikologis, rasa bersalah berlebihan, ketakutan religius, dan kehilangan kesehatan mental.
Melalui pendekatan Psikologi Islam dan Ilmu Hadis, buku ini mengkaji kembali validitas hadis tersebut secara ilmiah, baik dari sisi sanad maupun matan. Pembahasan diarahkan pada bagaimana pemahaman yang tidak proporsional terhadap hadis dapat melahirkan pola relasi keluarga yang tidak sehat dan berpotensi menimbulkan trauma psikologis pada anak.
Buku ini juga menjelaskan bahwa Islam sangat memuliakan ibu, tetapi tidak membenarkan kezaliman, manipulasi emosional, ataupun penggunaan agama sebagai alat tekanan mental dalam keluarga. Dengan bahasa ilmiah namun mudah dipahami, penulis menghadirkan analisis mendalam mengenai hubungan antara birrul walidain, kesehatan mental, pola asuh religius, serta konsep kasih sayang dalam Islam.
Kehadiran buku ini diharapkan menjadi kontribusi akademik dan sosial dalam membangun pemahaman Islam yang lebih adil, sehat, dan penuh rahmat bagi hubungan orang tua dan anak di era modern.








Ulasan
Belum ada ulasan.