KONSTRUKSI KEABSAHAN ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM SENGKETA HASIL PEMILU

Rp150.000

PenulisA. Sitti Kumala Ilyas, SH., MH, Muh. Syarif Lamanasa, SH, MH., Nur Qalbi Andini. A, S.Pd., M.Pd.
Tahun TerbitSeptember 2026
Jumlah halaman142
Ukuran kertas15,5 x 23
Jenis kertasBookpaper
ISBN/No.Reg-
Kategori:

Transformasi digital telah mengubah episentrum demokrasi secara fundamental. Sengketa hasil pemilihan umum kini tidak lagi sekadar berkutat pada perdebatan tumpukan kertas suara fisik, melainkan telah bergeser ke ranah komputasi awan, algoritma peladen, dan jejak digital. Di tengah disrupsi ini, alat bukti konvensional perlahan kehilangan tajamnya dalam mengungkap konstruksi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Pertanyaan besarnya: sudah siapkah sistem peradilan konstitusi kita menilai keabsahan sebuah log server, tangkapan layar percakapan anonim, hingga rekaman video yang rentan difabrikasi?

Buku Konstruksi Keabsahan Alat Bukti Elektronik dalam Sengketa Hasil Pemilu: Perbandingan Hukum Acara di Mahkamah Konstitusi hadir untuk mengisi kekosongan literatur doktrinal yang menjembatani antara kekakuan hukum acara tata negara dengan kompleksitas ilmu forensik digital. Karya ini membedah secara komprehensif arsitektur hukum pembuktian elektronik di Indonesia, mulai dari syarat formil perolehan data, pengujian integritas materiil, hingga penerapan rantai penguasaan (chain of custody) yang ketat di ruang sidang.

Lebih dari sekadar analisis domestik, buku ini menawarkan perspektif global melalui studi perbandingan hukum yang kaya. Pembaca akan diajak menelusuri bagaimana tradisi civil law dan common law merespons inovasi teknologi, serta menarik pelajaran berharga (lessons learned) dari yurisprudensi monumental di berbagai negara seperti pembatalan pemilu berbasis peladen di Kenya, penolakan mesin e-voting di Jerman, hingga audit forensik di Amerika Serikat dan Filipina. Buku ini juga memproyeksikan tantangan keadilan elektoral di masa depan, termasuk ancaman deepfake berbasis kecerdasan buatan dan manipulasi mahadata (big data).

Ditulis dengan laras bahasa akademis yang lugas dan analitis, buku ini merupakan referensi esensial bagi para hakim konstitusi, advokat, akademisi hukum, penyelenggara pemilu, serta pengamat demokrasi yang ingin memahami bagaimana kebenaran materiil dan kemurnian suara rakyat dipertahankan di era supremasi teknologi.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “KONSTRUKSI KEABSAHAN ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM SENGKETA HASIL PEMILU”
Keranjang Belanja