Buku ini mengajak pembaca merenungkan kehidupan yang terasa semakin cepat berjalan seiring bertambahnya usia. Di tengah rutinitas yang terus berulang—bangun, sibuk, lelah, lalu tidur—manusia sering kali lupa berhenti sejenak untuk bertanya tentang makna hidup yang sebenarnya. Tanpa disadari, waktu terus bergerak, orang-orang perlahan pergi, dan manusia diam-diam sedang menuju akhir yang tak pernah ingin dipikirkan.
Melalui kegelisahan tentang kesepian, kehilangan, rasa hampa, dan ketakutan terhadap waktu, buku ini menggambarkan bagaimana manusia sering menyibukkan diri demi menghindari kenyataan bahwa semua hal di dunia bersifat sementara. Dalam keheningan, muncul berbagai pertanyaan tentang diri sendiri, tentang hidup yang terasa rapuh, dan tentang perasaan lelah yang sulit dijelaskan meski terlihat baik-baik saja di hadapan orang lain.
Buku ini bukan tentang memberikan jawaban pasti mengenai kehidupan, melainkan sebuah teman perjalanan bagi siapa saja yang pernah merasa kosong, berduka, atau kehilangan arah. Dengan bahasa yang reflektif dan dekat dengan pengalaman banyak orang, tulisan ini mengajak pembaca duduk sejenak bersama keheningan, menerima kenyataan hidup, dan menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi rasa hampa dan ketidakpastian.








Ulasan
Belum ada ulasan.