Buku ini menghadirkan kembali kisah perjalanan para nabi dan rasul sebagai model transformasi sosial berbasis wahyu. Para utusan Allah dipotret bukan hanya sebagai tokoh spiritual, tetapi sebagai arsitek perubahan yang berhasil membangun individu, keluarga, komunitas, hingga peradaban. Setiap kisah dianalisis sebagai studi kasus rekayasa sosial yang menunjukkan bagaimana tauhid, pendidikan moral, kepemimpinan, dan keberanian profetik mampu mengubah arah sejarah manusia.
Mengangkat 25 nabi dan rasul yang disebut dalam Al-Qur’an serta beberapa figur kenabian dalam riwayat, buku ini menawarkan pembacaan aplikatif terhadap strategi perubahan yang mereka jalankan. Pembahasan mencakup pembangunan kesadaran umat, perlawanan terhadap tirani, pembentukan struktur masyarakat, hingga fondasi ekonomi dan negara. Di tengah krisis moral dan tantangan modernitas, nilai-nilai kenabian ditawarkan sebagai solusi peradaban yang tetap relevan sepanjang zaman.
Ditujukan bagi akademisi, pendidik, aktivis dakwah, pemimpin masyarakat, dan pembaca umum, buku ini mengajak umat memahami bahwa kebangkitan peradaban tidak dapat dilepaskan dari spirit kenabian. Melalui pendekatan ilmiah dan reflektif, karya ini menegaskan bahwa rekayasa sosial paling berhasil dalam sejarah manusia adalah perubahan yang berlandaskan wahyu, menjadikan tauhid sebagai pusat gerak peradaban.








Ulasan
Belum ada ulasan.