Buku Ketika Cinta Bertemu Syariat mengupas secara tajam dan reflektif tentang bagaimana cinta, hasrat, dan institusi pernikahan dibingkai dalam norma-norma syariat Islam. Penulis membawa pembaca menyelami konstruksi sosial dan keagamaan yang selama ini dianggap sakral dan tak terbantahkan, dengan membuka ruang diskusi kritis terhadap hadis, fiqih, dan tafsir klasik yang membentuk persepsi tentang relasi laki-laki dan perempuan dalam pernikahan.
Melalui pendekatan historis dan analisis gender, buku ini membongkar berbagai mitos yang melingkupi pernikahan Islami mulai dari soal ketaatan istri, konsep “jodoh dari Tuhan”, hingga relasi kuasa dalam rumah tangga. Pembaca diajak untuk mempertanyakan kembali apakah konsep pernikahan yang mereka yakini benar-benar berasal dari nilai-nilai Islam, atau justru produk budaya patriarkal yang disucikan.
Ketika Cinta Bertemu Syariat bukan sekadar bacaan keagamaan, melainkan juga manifesto intelektual bagi mereka yang ingin membangun relasi yang setara dan bermartabat dalam bingkai Islam. Buku ini sangat cocok bagi kalangan muda, aktivis, akademisi, maupun siapa pun yang ingin memahami pernikahan dari sudut pandang Islam yang lebih adil dan membebaskan. Temukan keberanian untuk mencintai dengan kesadaran, bukan sekadar ketaatan.








Ulasan
Belum ada ulasan.