Kembali ke Fitrah: Mengapa Pendidikan Islam Tak Bisa Digantikan merupakan sebuah buku yang menegaskan pentingnya pendidikan Islam sebagai jalan utama dalam menjaga kesucian fitrah manusia di tengah krisis moral, spiritual, dan etika pada era digital. Buku ini melihat bahwa perkembangan globalisasi, disrupsi teknologi, dan arus pemikiran modern telah membawa tantangan besar bagi dunia pendidikan, terutama ketika nilai-nilai sekuler-materialistik semakin kuat memengaruhi cara manusia memandang ilmu, sekolah, dan tujuan hidup.
Buku ini mengkritik paradigma pendidikan Barat sekuler yang cenderung mereduksi manusia hanya sebagai makhluk biologis, rasional, atau tenaga kerja produktif bagi kebutuhan pasar. Sebagai tandingan, buku ini menawarkan fondasi pendidikan Islam yang berakar pada konsep tauhid, fitrah, Perjanjian Alastu, dan kesempurnaan penciptaan manusia. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya membentuk manusia yang mengenal Allah, memahami tujuan hidup, dan mampu memadukan ilmu wahyu, akal, indra, serta hati dalam mencari kebenaran.
Dalam pembahasan kurikulum dan metode pendidikan, buku ini menempatkan akhlak sebagai pusat seluruh proses pembelajaran. Nilai-nilai seperti adab, tazkiyatun nafs, mujahadah, riyadhah, keikhlasan, dan penghormatan kepada guru menjadi unsur penting dalam membangun karakter peserta didik. Buku ini juga menghidupkan kembali tradisi pendidikan Islam seperti halaqah, talaqqi, dan munazarah, sekaligus membuka ruang adaptasi dengan teknologi digital agar pendidikan Islam tetap relevan tanpa kehilangan ruh spiritualnya.
Pada bagian akhir, buku ini menawarkan arah kebangkitan pendidikan Islam melalui perbaikan tata kelola madrasah, peningkatan kesejahteraan guru, penguatan peran keluarga, pemanfaatan teknologi yang beradab, serta pengembangan pusat riset dan dana umat berbasis wakaf produktif. Secara keseluruhan, Kembali ke Fitrah: Mengapa Pendidikan Islam Tak Bisa Digantikan menjadi seruan intelektual dan spiritual untuk mengembalikan pendidikan kepada tujuan hakikinya, yaitu membentuk insan kamil yang berilmu, berakhlak, beradab, dan mampu membangun peradaban yang diridai Allah SWT.








Ulasan
Belum ada ulasan.