Tantangan sistem kesehatan era kontemporer tidak lagi terbatas pada penanganan penyakit infeksius akut, melainkan telah bergeser secara masif menuju pengelolaan penyakit tidak menular (PTM) kronis, multimorbiditas, dan perubahan demografi akibat penuaan populasi. Paradigma pelayanan tradisional yang terfragmentasi, episodik, dan terkotak-kotak (siloed approach) terbukti memicu inefisiensi pemanfaatan sumber daya, duplikasi tindakan medis, serta penurunan kepuasan pasien. Buku referensi Integrated Care dalam Layanan Kesehatan Primer hadir sebagai respon akademis dan praktis atas kebutuhan mendesak akan transformasi arsitektur pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Disusun secara sistematis dalam 14 bab, buku ini menguraikan konstruk teoretis, kerangka kerja konseptual, hingga strategi operasional Integrated Care. Pembahasan mencakup taksonomi integrasi (klinis, profesional, organisasional, dan sistemik), kerangka kerja Continuity of Care, Complex Adaptive Systems, serta Praktik Kolaborasi Interprofesi (IPCP). Buku ini mengupas secara mendalam pengelolaan kondisi kronis melalui Chronic Care Model (CCM), model ICOPE WHO untuk lansia, kontinum kesehatan ibu dan anak, penanganan stunting, hingga integrasi layanan kesehatan mental di tingkat primer. Aspek tata kelola, digitalisasi rekam medis (SATUSEHAT), pembiayaan Value-Based Healthcare, serta peta jalan implementasi nasional diuraikan secara tajam untuk menjamin kesinambungan perawatan (person-centered care).
Dilandasi bukti empiris terkini dan selaras dengan kebijakan Transformasi Layanan Primer Kementerian Kesehatan RI, buku ini menjadi rujukan krusial bagi dosen, peneliti, mahasiswa ilmu kesehatan, pembuat kebijakan (Kemenkes, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan), manajer fasilitas kesehatan, serta praktisi garis depan dalam mewujudkan sistem kesehatan Indonesia yang berkeadilan, efisien, dan berpusat pada masyarakat.








Ulasan
Belum ada ulasan.