Buku ini lahir dari pergumulan panjang antara perjalanan iman dan realitas kebangsaan yang dihadapi penulis. Di satu sisi, ajaran tentang keselamatan dan kehidupan kekal begitu kuat disuarakan dalam berbagai khotbah dan pengajaran. Namun di sisi lain, berbagai persoalan nyata seperti kemiskinan, ketidakadilan, korupsi, dan konflik sosial terus berlangsung. Dari ketegangan inilah muncul pertanyaan mendasar mengenai posisi Injil dalam kehidupan nyata masyarakat.
Melalui tulisan ini, pembaca diajak untuk melihat Injil secara lebih utuh, bukan hanya sebagai harapan akan kehidupan setelah kematian, tetapi juga sebagai kabar baik yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Iman dipahami sebagai kekuatan yang memiliki dampak sosial, yang membentuk cara pandang terhadap keadilan, kemanusiaan, serta tanggung jawab dalam kehidupan publik. Ketika Injil hanya dimaknai secara sempit, potensi transformasinya dalam dunia nyata menjadi terabaikan.
Buku ini mengundang pembaca untuk berdialog antara iman dan realitas Indonesia sebagai ruang hidup bersama. Perubahan hati yang dihasilkan oleh Injil diharapkan tercermin dalam tindakan nyata: memperjuangkan keadilan, membangun solidaritas, dan berkontribusi dalam kehidupan berbangsa. Tulisan ini ditujukan bagi siapa saja yang merindukan iman yang hidup, yang tidak hanya berbicara tentang surga, tetapi juga hadir secara nyata dalam pergumulan masyarakat.








Ulasan
Belum ada ulasan.