IMPLEMENTASI MAJAS DALAM SOSIOLINGUISTIK

Rp80.000

PenulisIndras Tiawan
Tahun TerbitNovember 2024
Jumlah halaman122
Ukuran kertas14 x 21
Jenis kertasBookpaper
ISBN/No.Reg978-623-367-853-7
Kategori:

Buku ini menulis cara penerapan majas dalam kegiatan berkomunikasi sehari-hari. Begitu banyak macam-macam kalimat yang bisa dipakai dalam menjalankan praktik komuniskasi sosial. Sebagai makhluk pengguna bahasa, manusia tentu sering dihadapkan pada berbagai macam situasi atau momen tertentu. Maka dari itu, buku ini hadir sebagai bekal agar sebuah percakapan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kejenuhan dalam percakapan, tanpa adanya kemarahan, dan tanpa adanya sikap-sikap negatif yang membuat penyampaian pesan lewatt bahasa sosial menjadi terhambat.

Buku ini berani mengambil tema penggabungan antara penerapan majas dan sosiolinguistik, karena pada prinsipnya sosiolinguistik merupakan pembelajaran konteks bahasa yang memiliki kaitan erat dengan hubungan sosial dan budaya. Maka dari itu, soisolinguistik rasanya menjadi praktik penting untuk menerapkan kemampuan menjalin relasi dengan sesama manusia melalui media bahasa. Media penggunaan bahasa itulah yang menjadi pondasi untuk mengimplementasikan kalimat-kalimat bermajas di dalamnya.

Banyak contoh penggunaan majas yang bisa dipakai dalam menyampaikan suatu maksud atau pesan. Baik dengan perumpamaan atau perbandingan, penegasan, pertentangan, mau pun sindiran. Gaya bahasa perumpamaan atau perbandingan berarti menerapkan dua hal berbeda sebagai satu kesamaan yang dianggap sama. Untuk itu, penerapan majas ini dianggap sangat efektif untuk menyampaikan suatu maksud secara implisit. Sebab dapat menggantikan suatu topik dengan penggunaan perbandingan yang bukan topik tersebut tapi dianggap sepadan. Sementara itu, gaya bahasa penegasan merupakan gaya bahasa yang dipakai untuk mempertegas suatu penyataan agar maksud yang hendak disampaikan dapat lebih mudah diingat oleh pendengar/pembaca. Sedangkan dalam penggunaan gaya bahasa pertentangan, komunikasi sosial dapat dipakai dalam situasi ketika gagasan yang ingin disampaikan bertujuan untuk menentang suatu keadaan atau gagasan sebelumnya. Sementara itu, gaya bahasa sindiran merupakan suatu bentuk kritik terhadap segala sesuatu yang dirasa tidak sesaui. Dalam penggunaannya, gaya bahasa sindiran memiliki beberapa metode penyampaian dari penyampaian halus sampai penyampaian keras, kasar, dan bertujuan meyinggung. Maka dari itu, buku ini dilengkapi dengan pereda berupa sikap dalam penyampaian ketika bertutur bahasa.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “IMPLEMENTASI MAJAS DALAM SOSIOLINGUISTIK”
Keranjang Belanja