IBU POLITIK, ANAK KEKUASAAN

Rp55.000

PenulisSubairi Muzakki
Tahun TerbitMaret 2025
Jumlah halaman130
Ukuran kertas14 x 21
Jenis kertasBookpaper
ISBN/No.Reg978-623-367-877-3
Kategori:

Kekuasaan lahir dari politik, tetapi terlalu sering ia mengkhianati ibu yang melahirkannya. Buku ini adalah sebuah perjalanan panjang menelusuri bagaimana politik, yang seharusnya menjadi penjaga tatanan kehidupan bersama, justru sering kali takluk oleh kekuasaan yang liar. Dari filsafat Aristoteles hingga praktik politik modern, dari kisah-kisah penguasa yang menuhankan dirinya hingga demokrasi yang dikorupsi oleh oligarki, buku ini menelusuri bagaimana kekuasaan yang seharusnya mengabdi pada masyarakat justru menjadi alat bagi segelintir elite untuk melanggengkan dirinya.

Buku ini berangkat dari satu pertanyaan mendasar: bagaimana politik lahir? Politik tidak lahir dari intrik atau sekadar perebutan kekuasaan, melainkan dari logos—dari upaya membedakan manusia dengan binatang, dari visi membangun polis sebagai ruang kebebasan dan kehidupan bersama. Namun, sejarah menunjukkan bahwa politik selalu digerogoti oleh musuh-musuhnya sendiri—kolonialisme, feodalisme, korupsi, oligarki, hingga dogmatisme.

Dengan pendekatan filsafat politik dari Aristoteles, Machiavelli, hingga Hannah Arendt, buku ini menelusuri bagaimana kekuasaan berubah menjadi skandal ketika ia lepas dari kendali politik. Sejarah dipenuhi dengan contoh bagaimana penguasa yang haus kekuasaan mengakali hukum, memanipulasi demokrasi, dan membangun narasi yang menutup ruang kritik. Dari raja-raja yang mengaku sebagai dewa, hingga presiden yang mengubah konstitusi agar dapat berkuasa seumur hidup, buku ini menunjukkan pola yang terus berulang dalam sejarah: ketika politik gagal menundukkan kekuasaan, yang tersisa hanyalah skandal.

Buku ini juga membawa kita pada realitas politik Indonesia, bagaimana bangsa ini lahir dari perjuangan kaum intelektual yang membayangkan Indonesia sebagai sebuah cita-cita. Politik dalam konteks Indonesia bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi upaya merebut kembali harkat manusia dari kolonialisme dan feodalisme. Namun, kini kita dihadapkan pada ancaman baru: gagalnya Indonesia sebagai sebuah cita-cita dan matinya politik sebagai ibu yang merawatnya.

Dengan mengupas pergulatan bangsa ini sejak zaman kolonial hingga masa kini, buku ini menegaskan satu hal: Indonesia adalah kita. Dan karena itu, masa depannya ada di tangan kita. Jika politik direbut kembali, Indonesia masih bisa diselamatkan. Jika tidak, maka kita akan menyaksikan skandal kekuasaan yang lebih besar dan runtuhnya politik yang pernah melahirkan bangsa ini.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “IBU POLITIK, ANAK KEKUASAAN”
Keranjang Belanja