Historiografi Gender dan Perkembangannya membahas bagaimana gender membentuk pengalaman manusia sekaligus memengaruhi cara sejarah ditulis dan dipahami. Buku ini menunjukkan bahwa sejarah tidak pernah sepenuhnya netral karena selalu dipengaruhi oleh sudut pandang, struktur kekuasaan, budaya, dan kepentingan sosial. Melalui perspektif gender, pembaca diajak melihat kembali narasi sejarah yang selama ini lebih banyak menempatkan laki-laki sebagai pusat peristiwa, sementara pengalaman perempuan dan kelompok gender lain sering diabaikan.
Buku ini menelusuri pembentukan ketimpangan gender sejak masyarakat kuno hingga perkembangan dunia modern. Pembahasan mencakup hubungan antara patriarki, hukum, agama, budaya, pekerjaan, pendidikan, keluarga, dan politik. Perubahan sosial seperti industrialisasi, modernisasi, serta munculnya gerakan feminisme dianalisis untuk menunjukkan bahwa peran gender terus berubah sesuai dengan kondisi sejarah. Gender dipahami bukan sebagai identitas yang tetap, tetapi sebagai konstruksi sosial yang dibentuk melalui norma, bahasa, institusi, dan praktik kehidupan sehari-hari.
Perkembangan kontemporer juga mendapat perhatian penting, terutama ketika isu gender berhadapan dengan globalisasi, media digital, algoritma, kekerasan berbasis gender online, misogini, serta gerakan anti-gender. Buku ini membahas interseksionalitas untuk menjelaskan bahwa ketidakadilan gender sering berkaitan dengan kelas sosial, ras, etnis, agama, dan identitas lainnya. Berbagai konflik, kebijakan internasional, serta dinamika representasi politik perempuan digunakan untuk memperlihatkan bahwa perjuangan kesetaraan gender tidak hanya berlangsung dalam ruang pribadi, tetapi juga dalam sistem hukum, negara, dan masyarakat global.
Dalam konteks Indonesia, buku ini mengangkat perjalanan panjang perempuan dari masa kerajaan, perjuangan emansipasi, kebijakan domestikasi pada masa Orde Baru, hingga tantangan representasi politik dan pembangunan di wilayah 3T. Pembahasan tersebut memperlihatkan bahwa historiografi gender bukan sekadar upaya menambahkan tokoh perempuan ke dalam sejarah, tetapi cara baru untuk membaca relasi kuasa secara lebih kritis. Dengan pendekatan yang sistematis dan referensi yang relevan, buku ini menjadi bacaan penting bagi mahasiswa, peneliti, pendidik, dan masyarakat umum yang ingin memahami hubungan antara sejarah, gender, kekuasaan, dan perubahan sosial.








Ulasan
Belum ada ulasan.