Dalam gelapnya kekosongan, para dewa menciptakan alam semesta untuk menjadi sebuah panggung bagi para makhluk-makhluk ciptaan mereka. Dari tanah dan air, mereka menciptakan manusia dengan potensi yang absolut. Namun, hal itu membuat manusia menjadi sulit dikendalikan.
Setiap dua ribu tahun, para dewa berkumpul di Colosseum Langit untuk membahas perilaku manusia yang semakin memberontak.
“Setelah diberikan karunia yang tiada batas, manusia menjadi liar dan tidak terkendali.” Ucap Zeus dengan murka.
“Pemberontakan mereka semakin brutal” lanjutnya dengan suara tinggi.
Themis, Sang Dewi Keadilan mengajukan usul “Bagaimana jika manusia kita berikan hukuman sebagai bentuk peringatan?”
Para dewa dan dewi menyetujui usulan itu, dan koferensi ditutup dengan keputusan yaitu penghukuman dijatuhkan kepada umat manusia.








Ulasan
Belum ada ulasan.