Di era media sosial, kita semua menjadi bagian dari kerumunan digital yang terus bergerak: menyukai, membagikan, berkomentar, dan melakukan scroll tanpa henti. Di balik layar ponsel dan laptop, emosi seperti fear, FOMO, dan kebutuhan akan validasi sosial menjadi motor yang menggerakkan perilaku jutaan orang secara bersamaan, sering kali tanpa disadari. Buku ini hadir untuk membuka “kotak hitam” psikologi massa di dunia digital, menjelaskan bagaimana ketakutan, kecemasan, dan popularitas bukan sekadar fenomena individu, melainkan produk interaksi sosial yang kompleks dan terstruktur.
Buku ini terbagi ke dalam lima bagian. Pertama, menelusuri urgensi emosi massa dan akar filosofisnya. Kedua, membahas fondasi teoretis perilaku kolektif, termasuk konformitas, identitas sosial, dan deindividuasi. Ketiga, berfokus pada emosi spesifik di media sosial: fear, FOMO, dan ekonomi validasi. Keempat, membedah peran algoritma, echo chamber, hoaks, dan influencer sebagai arsitek perilaku kolektif digital. Terakhir, refleksi dan aplikasi sosial tentang bagaimana psikologi massa memengaruhi pendidikan, politik, ekonomi, dan literasi digital masyarakat modern.
Buku ini tidak hanya menjadi panduan teoretis, tetapi juga alat refleksi untuk memahami dan mengelola emosi pribadi di tengah arus informasi yang deras. Melalui pembacaan yang kritis, pembaca diajak menjadi lebih sadar dan lebih tangguh menghadapi dunia digital yang sarat ketakutan, kecemasan, dan popularitas semu. Buku ini diharapkan dapat menjadi teman bagi siapa pun yang ingin menavigasi gelombang emosi massa dengan kepala dingin, hati peka, dan jari tetap bijak saat menekan tombol “bagikan”.








Ulasan
Belum ada ulasan.