Buku ESA YANG TAK TERBAGI: Memahami Monoteisme Tritunggal secara Alkitabiah dan Praktis bagi Jemaat lahir dari pergumulan panjang penulis dalam pelayanan gereja, pendidikan teologi, seminar, dan percakapan dengan orang percaya dari berbagai latar belakang. Banyak jemaat mengasihi Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh, tetapi masih merasa asing terhadap doktrin Tritunggal. Sebagian menganggapnya terlalu sulit, hanya penting bagi teolog, atau sekadar bagian dari pengakuan iman gereja. Padahal, pengenalan yang benar tentang Allah menjadi dasar bagi pertumbuhan iman, kehidupan gereja, dan seluruh praktik kekristenan.
Buku ini menegaskan bahwa doktrin Tritunggal bukanlah pelengkap dalam iman Kristen, melainkan inti dari kesaksian Alkitab. Allah yang menciptakan, menyelamatkan, menguduskan, memelihara, dan membawa umat-Nya kepada pengharapan kekal adalah Allah Tritunggal. Alkitab menyatakan bahwa Allah itu esa dan tidak terbagi, tetapi pada saat yang sama Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah. Gereja kemudian merumuskan kebenaran tersebut dalam pengakuan bahwa Allah adalah satu dalam hakikat dan tiga dalam pribadi.
Buku ini juga membahas berbagai kesalahpahaman tentang Tritunggal yang masih berkembang di kalangan orang percaya. Ada yang memahami Tritunggal sebagai tiga Allah yang bekerja sama, ada yang melihat Allah sebagai satu pribadi yang berganti-ganti peran, dan ada pula yang menganggapnya sebagai misteri yang tidak perlu dipelajari. Untuk menjawab persoalan tersebut, buku ini menelusuri dasar monoteisme dalam Perjanjian Lama, jejak karya Allah Tritunggal, kesaksian Perjanjian Baru, serta sejarah perumusan doktrin dalam kehidupan gereja.
Melalui pembahasan yang alkitabiah, sistematis, dan praktis, buku ini mengajak jemaat mengenal Allah Tritunggal secara lebih jelas dan mendalam. Tujuannya bukan hanya menambah pengetahuan teologis, tetapi juga menumbuhkan kekaguman kepada Allah, kasih kepada Yesus Kristus, dan kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Pada akhirnya, pengenalan yang benar akan Allah diharapkan melahirkan penyembahan, ketaatan, dan kehidupan yang memuliakan Allah yang esa, hidup, dan tidak terbagi untuk selama-lamanya.








Ulasan
Belum ada ulasan.