Buku berisi 14 cerita anak ini mengandung banyak pelajaran yang bisa dipetik. Kisah-kisah yang disajikan mengalir, dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami anak-anak. Penulis mengangkat berbagai fenomena di masyarakat, diramu menjadi cerita menarik agar pesan yang ingin disampaikan sampai kepada pembaca.
Tradisi adiluhung berupa batik dibungkus melalui cerita Dewi, Pembatik Kecil Giriloyo. Tokoh Dewi digambarkan sebagai sosok anak di jaman milenial namun tetapmau menggeluti dan melestarikan batik. Melalui cerita Abimanyu mengupas tentang Seni Tarian Kuda Kepang. Dalam cerita ini, tokohnya menggunakan nama wayang (Abimanyu, Wisanggeni, Aswatama) dengan tujuan pembaca mengenal tokoh wayang. Abi yang diejek oleh Tama karena menggeluti seni tradisi namun bisa membuktikan dapat menjuarai dalam lomba.
Terkait sportivitas khususnya dalam olahraga catur, dikemas dalam cerita Musibah Bukan Akhir Segalanya. Naufal yang sebelumnya menekuni silat, mengalami kecelakaan tertabrak motor sehingga beralih haluan menekuni oalah raga catur sampai berhasil juara kabupaten. Dalam cerita Prestasi dengan Berjuang Bukan Membeli, tokoh bernama Rian berupaya bertanding dengan gigih penuh kejujuran. Meski diberi iming-iming uang untuk mengalah, namun tetap teguh dalam pendirian bertanding secara sportif.
Rasa sayang kepada hewan kesayangan, dibuat kisah menarik melalui cerita Warisan Nenek. Warisan berupa ayam hitam yang diberikan Sang Nenek kepada Amir tiba-tiba saja hilang. Hal ini membuat hati Amir sedih sampai jatuh sakit. Dalam cerita Indahnya Persahabatan juga berkisah tentang rasa sayang Hikam kepada ayamnya, akibat tertabrak sepeda dan mengakibatkan terluka bisa membuat Hikam marah kepada sahabat karibnya.
Isu sampah khususnya botol plastik juga dibuat cerita yang cukup menyentuh, dalam kisah Botol untuk Sekongkol dan beberapa kisah lain yang tak kalah menarik. AdaWisanggeni, Mi Ayam JW, Misteri Wayang Semar, Cibubur, Memori Takkan Luntur, Orangtua Kedua, Penggurit Cilik dan Melati.








Ulasan
Belum ada ulasan.