Buku ini mengisahkan perjalanan penulis dalam mengenal dan memahami Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang dimulai bukan dari ruang seminar atau dokumen kebijakan, melainkan dari lapangan, melalui obrolan sederhana dengan tokoh masyarakat di desa dan liputan kegiatan warga yang berupaya “menyuarakan diri” di tengah keterbatasan akses informasi. Melalui pengalaman tersebut, penulis menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh masyarakat tersebut adalah cikal bakal gerakan besar yang kini dikenal sebagai KIM.
Dengan mengikuti dinamika KIM di berbagai daerah, penulis menyaksikan bagaimana semangat gotong royong dan kepedulian komunitas lokal mampu menjembatani kesenjangan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Salah satu momen penting dalam perjalanan ini adalah pengalaman penulis mewakili KIM Garut dalam program Pertukaran KIM Indonesia dengan Komuniti Harapan Malaysia (KHM) pada tahun 2019. Di Negeri Pahang, penulis menyaksikan bagaimana komunikasi berbasis komunitas dapat membangun diplomasi antarbangsa dengan cara yang sederhana namun kuat—melalui cerita, semangat, dan kesamaan harapan.
Buku ini adalah hasil perjalanan fisik dan batin penulis dalam menelusuri perkembangan KIM di tengah transformasi digital. Lebih dari sekadar laporan dokumentatif, buku ini berusaha menjadi cermin yang merefleksikan perjuangan Kelompok/Komunitas Informasi di desa, sekaligus peta jalan untuk memperkuatnya di masa mendatang, menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era digital.








Ulasan
Belum ada ulasan.