Mengapa begitu banyak anak merasa takut pada angka sejak dini?
Mengapa kemampuan berhitung dasar masih lemah hingga jenjang sekolah yang lebih tinggi?
Dan mengapa pembelajaran numerasi sering terasa kaku, padahal dunia anak adalah dunia bermain?
Buku ini mengajak pembaca melihat literasi numerasi dari sudut pandang yang berbeda. Bukan sebagai target akademik yang harus dikejar, melainkan sebagai proses berpikir yang tumbuh secara alami melalui pengalaman bermakna. Anak prasekolah tidak belajar bernalar dengan duduk diam dan menghafal angka, tetapi melalui bermain, bereksplorasi, bertanya, dan menemukan makna dalam keseharian mereka.
Dengan pendekatan yang sistematis, reflektif, dan mudah dipahami, buku ini membahas:
- Mengapa literasi numerasi harus dimulai sejak usia prasekolah
- Bagaimana bermain menjadi pintu masuk utama menuju penalaran
- Cara merancang pembelajaran numerasi yang realistis, menyenangkan, dan bermakna
- Peran guru, orang tua, dan lingkungan dalam menumbuhkan budaya bernalar
- Pentingnya observasi dan refleksi dalam memahami perkembangan anak
Ditujukan bagi mahasiswa PGPAUD dan PGTK, guru PAUD, TK, SD, serta orang tua, buku ini menjadi panduan untuk membangun fondasi berpikir anak tanpa tekanan, tanpa paksaan, dan tanpa kehilangan hakikat dunia anak.
Karena anak yang dibimbing untuk berpikir sejak dini,
akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan.








Ulasan
Belum ada ulasan.