Alya punya kamus rahasia: “Kamus Red Flag”. Di sana, ia melabeli setiap pria yang tidak sesuai ekspektasinya—toxic, emotionally unavailable, gaslighting, avoidant. Dengan kamus itu, ia merasa aman. Sampai suatu hari, ia bertemu Tariq.
Tariq adalah semua yang Alya benci: bicaranya tajam, chat-nya singkat, tatapannya menghakimi. Di mata Alya dan sahabat-sahabatnya, Tariq adalah red flag berjalan. Pria yang harus dijauhi.
Tapi semakin Alya mengenal Tariq, semakin kamusnya runtuh. Di balik ketajamannya, ada luka yang tak pernah diposting. Di balik diamnya, ada doa yang tak pernah diunggah. Di balik kekakuannya, ada cinta yang diucapkan lewat semangkuk soto hangat dan laptop yang diperbaiki di tengah malam.
Novel ini adalah kisah tentang dua manusia yang berhenti mencari kesempurnaan, dan mulai belajar untuk saling menambal. Tentang agama yang memeluk, bukan memukul. Tentang cinta yang tidak datang dengan kata-kata puitis, tapi dengan kehadiran yang tulus.
Siapakah yang sebenarnya “toxic”? Pria yang bicaranya tajam tapi hatinya tulus? Atau dunia yang mengajarkan kita untuk melabeli manusia sebelum benar-benar mengenalnya?








Ulasan
Belum ada ulasan.