Bawangan bukan sekadar sebuah desa, melainkan ruang yang menyimpan sesuatu yang tidak pernah sepenuhnya bisa dijelaskan oleh ingatan manusia. Di tempat itu, masa lalu tidak berjalan dalam satu garis waktu yang tetap, melainkan bercabang menjadi banyak kemungkinan yang hidup berdampingan tanpa pernah mencapai kesepakatan tentang mana yang benar. Setiap orang yang tinggal di dalamnya membawa versi sejarahnya masing-masing, dan tidak ada satu pun yang dapat memastikan bahwa mereka sedang mengingat hal yang sama.
Ketika Raga kembali ke Bawangan setelah bertahun-tahun pergi, ia mengira kepulangannya hanyalah perjalanan biasa menuju tempat yang pernah ia kenal. Namun perlahan, ia menyadari bahwa desa itu tidak lagi tunduk pada aturan realitas yang ia pahami. Rumah yang sama tidak selalu berada di posisi yang sama, percakapan yang terjadi tidak selalu memiliki urutan yang konsisten, dan bahkan ingatannya sendiri mulai kehilangan stabilitasnya.
Di tengah ketidakkonsistenan itu, satu nama terus muncul dalam potongan ingatan yang saling bertabrakan: Nayla. Sosok yang tidak pernah memiliki bentuk tunggal dalam ingatan warga Bawangan, tetapi selalu hadir di titik-titik ketika realitas mulai bergeser. Bagi Raga, Nayla bukan hanya bagian dari masa lalu yang hilang, melainkan kunci dari sesuatu yang jauh lebih besar—sebuah pola yang membuat seluruh desa tidak pernah memiliki satu sejarah yang utuh.
Semakin dalam Raga mencari kebenaran, semakin ia menyadari bahwa Bawangan bukan tempat yang sekadar menyimpan ingatan, melainkan sistem yang mempertahankan semua versi kenyataan agar tetap hidup secara bersamaan. Dalam dunia seperti itu, pencarian terhadap satu jawaban tunggal menjadi mustahil, karena setiap kebenaran selalu diikuti oleh versi lain yang tidak kalah nyata.
Bawangan: Tempat Pulang Kenangan adalah novel metafisik yang mengeksplorasi batas antara ingatan, identitas, dan realitas. Sebuah perjalanan psikologis dan filosofis tentang seseorang yang mencoba menemukan seseorang yang hilang, namun justru tersesat di antara banyak versi dirinya sendiri dan dunia yang tidak pernah berhenti bercabang.
Novel
BAWANGAN
Rp100.000
| Penulis | Oktavia Ratnaningtyas, Ana Bashiroh Fuadiyyah |
| Tahun Terbit | Juni 2026 |
| Jumlah halaman | 146 |
| Ukuran kertas | 14 x 21 |
| Jenis kertas | Bookpaper |
| ISBN/No.Reg | - |
Anda harus login untuk mengirimkan ulasan.








Ulasan
Belum ada ulasan.