BAPTISAN

Rp200.000

PenulisPs. Dr. Spencer Ripelhot Hutapea, S.E., M.A., D.Th.
Tahun TerbitJuni 2026
Jumlah halaman232
Ukuran kertas15.5 x 23
Jenis kertasBookpaper
ISBN/No.Reg-
Kategori:

Buku Seri Sakramen Baptisan: Pengantar, Sejarah, Dasar Teologis, Teori dan Aplikasi mengkaji baptisan Kristen secara komprehensif dari aspek sejarah, teologi, teori, dan praktik. Baptisan berasal dari kata Yunani baptizō yang berarti mencelupkan atau membenamkan, dan dipahami sebagai tindakan penyucian, inisiasi, serta penyatuan dengan komunitas perjanjian. Dalam kekristenan, baptisan dilembagakan oleh Yesus Kristus sebagai sakramen yang memiliki makna spiritual mendalam. Kajian ini juga membandingkan baptisan Kristen dengan berbagai ritual pembasuhan dalam tradisi Yahudi yang menjadi latar historis kemunculannya.

Secara historis, baptisan berakar pada tradisi Yahudi kuno seperti pembasuhan ritual dalam Taurat, praktik mikveh, baptisan proselit, serta pembasuhan pertobatan di Komunitas Qumran. Yohanes Pembaptis menjadi tokoh penting yang memperkenalkan baptisan pertobatan eskatologis dan membaptis Yesus. Gereja Perdana kemudian mengembangkan praktik baptisan sebagai bagian dari pelaksanaan Amanat Agung, dengan pemahaman bahwa baptisan berkaitan dengan pengampunan dosa, penerimaan Roh Kudus, dan penyatuan dengan kematian serta kebangkitan Kristus. Pada masa Patristik dan Abad Pertengahan, teologi dan liturgi baptisan semakin berkembang hingga ditetapkan sebagai sakramen utama dalam Gereja.

Perkembangan baptisan terus berlanjut pada masa Reformasi Protestan ketika muncul perdebatan mengenai baptisan anak dan baptisan orang percaya. Luther, Zwingli, dan Calvin mempertahankan baptisan anak sebagai tanda perjanjian Allah, sedangkan Anabaptis menekankan baptisan berdasarkan pengakuan iman pribadi. Pada era modern, lahir Gerakan Baptis yang mengutamakan baptisan selam bagi orang percaya, sementara Gerakan Ekumenis abad ke-20 berupaya membangun pengakuan bersama melalui Dokumen BEM (1982). Di sisi lain, Gerakan Karismatik memunculkan diskusi mengenai baptisan Roh Kudus, sedangkan dialog Yahudi-Kristen menyoroti dampak historis pemaksaan baptisan terhadap komunitas Yahudi.

Dari segi teologis, baptisan dipahami sebagai lambang pengampunan dosa, kelahiran baru, penyatuan dengan Kristus, dan masuk ke dalam Tubuh Kristus. Dalam perspektif Yahudi, ritual mikveh berfungsi sebagai sarana penyucian dan perubahan status ritual, tetapi baptisan Kristen ditolak karena penggunaan formula Trinitarian dan perbedaan pemahaman teologis lainnya. Buku ini juga membahas berbagai teori mengenai asal-usul baptisan, makna sakramental maupun simbolisnya, perdebatan tentang subjek baptisan, serta hubungannya dengan Roh Kudus. Pembahasan ditutup dengan aplikasi pastoral, liturgis, ekumenis, misioner, pendidikan iman, dan dialog antaragama yang menegaskan pentingnya baptisan sebagai identitas iman sekaligus sarana membangun persatuan dalam masyarakat yang majemuk.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “BAPTISAN”
Keranjang Belanja