Di tengah riuhnya Jakarta, Awan menjalani hidup yang penuh ambisi berpacu dengan waktu, mengejar gelar, mimpi, dan pengakuan. Ia berlari, terus dan terus, sampai tak sadar bahwa dirinya mulai kehilangan arah. Ketika kehilangan datang tak terduga dan dunia yang ia bangun mulai retak, Awan memilih mundur. Ia mengambil jeda. Sebuah keputusan sunyi yang membawa kembali ke akar, ke rumah, ke ibu, dan ke kenangan tentang adiknya, Tere.
Dalam keheningan yang awalnya terasa asing, Awan menemukan kembali pertanyaan-pertanyaan yang selama ini ia hindari: Untuk siapa sebenarnya ia berlari? Apa arti “pulang”? Dan apakah setiap kemenangan harus dikejar sampai habis, atau justru ada kekuatan untuk melepaskan?
Antara Jakarta, Jeda, dan Aku adalah sebuah perjalanan batin yang lirih dan mengendap tentang bagaimana manusia modern bisa tersesat dalam hiruk-pikuk pencapaian, dan bagaimana jeda mengenali diri menjadi ruang suci untuk mengenali kembali diri, cinta, dan hal-hal yang selama ini tersembunyi di balik ambisi.








Ulasan
Belum ada ulasan.