Jika berita bisa ditulis mesin, lalu wartawan kerja apa?
Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tetapi jawabannya membawa kita pada perubahan besar dalam dunia jurnalistik. Ketika AI mampu merangkum dokumen, mentranskripsikan wawancara, menganalisis data, menerjemahkan bahasa, hingga membantu menulis berita, apakah profesi wartawan akan kehilangan tempat?
Buku Jika Berita Ditulis Mesin, Wartawan Kerja Apa?: Menemukan Kembali Makna Profesi Jurnalistik di Masa Kecerdasan Buatan mengajak pembaca melihat persoalan tersebut dari sisi yang lebih mendalam. Bukan sekadar membahas kemampuan AI, tetapi juga membicarakan verifikasi, konten sintetis, etika, regulasi, kompetensi, kepercayaan publik, dan kemanusiaan.
Dengan pengalaman panjang Ridarman Bay sebagai wartawan, pemimpin redaksi, akademisi, dan pengelola media, buku ini menawarkan perspektif praktis sekaligus reflektif tentang masa depan jurnalistik.
Sebab ketika mesin semakin pandai membuat berita, manusia justru semakin dibutuhkan untuk memastikan kebenaran, kepercayaan, dan kemanusiaan tidak ikut hilang dari sebuah berita.








Ulasan
Belum ada ulasan.