Sejarah Tidore: Dari Pedalaman Seli hingga Papua, Abad XIV–XVII menguraikan perjalanan panjang Tidore dari komunitas awal yang tumbuh di kawasan pedalaman menuju sebuah kekuatan politik dan maritim yang berpengaruh di Maluku dan Papua. Buku ini menelusuri proses pembentukan kekuasaan, perpindahan pusat pemerintahan, perkembangan Islam, serta perubahan orientasi masyarakat Tidore dari daratan menuju jaringan antarpulau.
Dalam rentang abad XIV hingga XVII, Tidore berkembang di tengah persaingan kerajaan-kerajaan Maluku, perdagangan rempah-rempah, dan masuknya bangsa Eropa. Hubungan dengan Ternate, Jailolo, Bacan, Halmahera, Raja Ampat, dan Papua membentuk jaringan politik yang luas dan dinamis. Kekuasaan Tidore tidak hanya dibangun melalui peperangan, tetapi juga melalui perdagangan, perkawinan, persekutuan, perlindungan, dan hubungan kesetiaan.
Buku ini memberikan perhatian khusus pada hubungan Tidore dengan Papua. Hubungan tersebut tidak dipahami sebagai penguasaan wilayah dalam pengertian negara modern, melainkan sebagai jaringan pengaruh, kekerabatan, perdagangan, dan pengakuan politik yang terus dinegosiasikan. Dengan pendekatan ini, masyarakat Papua tidak ditempatkan sebagai pihak pasif, tetapi sebagai pelaku sejarah yang memiliki kepentingan dan peran dalam membentuk hubungan dengan Tidore.
Berdasarkan pembacaan kritis terhadap tradisi lisan, silsilah, sumber lokal, dan catatan bangsa Eropa, buku ini menghadirkan sejarah Tidore dari sudut pandang masyarakat kepulauan. Karya ini penting bagi pembaca yang ingin memahami sejarah Maluku, Papua, perdagangan rempah, perkembangan Islam, dan pembentukan kekuasaan maritim di kawasan timur Nusantara.








Ulasan
Belum ada ulasan.