Ada banyak cerita yang lahir dari imajinasi. Namun ada juga cerita yang tumbuh pelan dari kenangan, dari luka yang sembuh perlahan, dari doa-doa yang tak pernah benar-benar berhenti dilangitkan. Dan Cerita Gita adalah salah satunya.
Novel ini kutulis bukan untuk menghadirkan tokoh yang sempurna. Gita bukan perempuan paling kuat, bukan pula paling berani. Ia hanya seseorang yang belajar bertahan. Belajar mengalah. Belajar memahami sebelum dipahami. Dan seperti kebanyakan dari kita, ia sering terlihat baik-baik saja, padahal hatinya lelah. Di dalam diri Gita, mungkin ada sedikit diriku. Dan mungkin juga, ada sedikit dirimu.








Ulasan
Belum ada ulasan.