Buku Tidore Titik Nol Jalur Rempah: Dari Aktivitas Perdagangan hingga Jejak Pengaruhnya, 1401–1606 mengkaji dinamika perdagangan cengkeh di Tidore dalam konteks jaringan perdagangan global. Tidore ditempatkan sebagai simpul penting jalur rempah yang menghubungkan berbagai bangsa di Asia, seperti Cina, Jawa, Sangihe, Zulu, dan Mindanao Selatan. Melalui jalur utara, aktivitas perdagangan dari Tidore terhubung dengan Tiongkok, India melalui Kaibar Pass (Silk Road), hingga kawasan Mediterania dan Eropa, yang menunjukkan luasnya konektivitas antarwilayah pada masa tersebut.
Buku ini menguraikan secara rinci mekanisme perdagangan cengkeh, meliputi sistem distribusi, jaringan antar pelabuhan, serta praktik transshipment yang menjadi penghubung utama dalam arus perdagangan internasional. Peran para pedagang dari berbagai kawasan Asia dibahas sebagai faktor penting dalam membentuk jaringan perdagangan jalur utara, sekaligus memengaruhi dinamika sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Tidore sepanjang periode 1401–1606.
Selain itu, buku ini menyoroti perubahan besar yang terjadi sejak kedatangan bangsa Eropa pada abad ke-16 dan ke-17. Praktik monopoli perdagangan, penyebaran agama, dan intervensi politik secara bertahap mengubah struktur kekuasaan serta tatanan sosial-ekonomi masyarakat Tidore. Dampak dari kebijakan tersebut terlihat pada melemahnya kemandirian lokal dan meningkatnya ketergantungan terhadap kekuatan kolonial. Secara keseluruhan, buku ini menghadirkan gambaran utuh tentang posisi strategis Tidore dalam jaringan perdagangan rempah dunia serta transformasi sosial-ekonomi yang mengikutinya.








Ulasan
Belum ada ulasan.