Semenjak Kepergianmu, Semesta Berubah adalah perjalanan batin tentang kehilangan yang tidak hanya mengubah rasa, tetapi juga cara memandang hidup, manusia, alam, dan Tuhan.
Buku ini mengikuti seorang “aku” yang mengalami kepergian seseorang yang sangat berarti. Dari kekosongan yang tiba-tiba, ia masuk ke dalam fase-fase yang tidak mudah: penolakan, kesedihan, kebingungan, hingga pencarian makna. Dalam proses itu, ia tidak hanya berhadapan dengan luka, tetapi juga dengan dirinya sendiri versi yang rapuh, yang bertanya, dan yang perlahan belajar memahami.
Melalui refleksi yang dekat dengan kehidupan generasi sekarang overthinking, kesepian di tengah keramaian, tekanan sosial media, dan pencarian jati diri buku ini membawa pembaca menyelami bagaimana kehilangan dapat menjadi pintu menuju kedewasaan.
Di dalamnya, Tuhan tidak digambarkan sebagai jawaban instan, melainkan sebagai kehadiran yang perlahan dipahami dalam diam, dalam luka, dan dalam penerimaan. Alam pun menjadi bahasa lain yang membantu manusia membaca makna hidup yang sering terlewat.
Pada akhirnya, buku ini bukan hanya tentang seseorang yang pergi, tetapi tentang seseorang yang belajar pulang kepada dirinya, kepada makna hidup, dan kepada Tuhan.
Karena terkadang, yang benar-benar berubah bukanlah semesta
melainkan cara kita melihatnya.








Ulasan
Belum ada ulasan.