Istilah “Partikel Tuhan” telah populer di masyarakat luas seiring dengan pemberitaan penemuan Higgs Boson di laboratorium CERN pada tahun 2012. Namun, nama ini sering menimbulkan kesalahpahaman serius bagi umat Islam mengenai batas antara Pencipta dan makhluk ciptaan-Nya yang dapat berpotensi merusak aqidah. Buku ini hadir untuk mengupas tuntas fakta ilmiah di balik istilah tersebut sekaligus meluruskan pandangan aqidah sesuai pemahaman Salafush Shalih yang murni.
Banyak orang awam menganggap bahwa sains modern telah menemukan bukti adanya Tuhan dalam materi, padahal fisikawan sendiri mengakui istilah tersebut hanyalah metafora media yang tidak akurat. Penulis menggabungkan keahlian dalam fisika kuantum dan ilmu aqidah untuk memberikan analisis yang obyektif, ilmiah, dan aman secara syar’i bagi pembaca muslim. Pendekatan ini memastikan pembaca tidak perlu memilih antara menerima sains atau mempertahankan iman, karena keduanya dapat berjalan beriringan dengan pemahaman yang benar.
Pembaca akan diajak memahami dasar-dasar fisika partikel tanpa rumus yang rumit, mulai dari mekanisme Higgs hingga batasan metode ilmiah dalam memahami realitas. Selanjutnya, buku ini mengupas konsep Ketuhanan dalam Ahlus Sunnah wal Jama’ah untuk menguji validitas istilah tersebut secara teologis dengan dalil yang shahih. Analisis mendalam dilakukan untuk menolak paham pantheisme dan menjaga kemurnian Tauhid dari penyimpangan yang halus maupun yang terlihat jelas.
Buku ini sangat direkomendasikan bagi mahasiswa, pendidik, dan masyarakat umum yang ingin memahami hubungan sains dan Islam dengan benar tanpa keraguan. Anda akan mendapatkan panduan praktis bagaimana bersikap ketika menemukan istilah sains yang ambigu di masa depan demi keselamatan iman. Dengan membaca buku ini, diharapkan keimanan semakin kokoh dan keraguan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dapat terjawab dengan tuntas sesuai wahyu Allah.







Ulasan
Belum ada ulasan.