Penggunaan istilah kelumus secara leksikologi sangat tepat karena kamus yang disusun berada di wilayah Kabupaten Bangka dan tidak mencakup wilayah kabupaten lainnya sehingga kata demi kata yang terkumpul belum maksimal sehingga dikatakan kelumus. Pada saatnya nanti kamus yang telah disusun secara bertahap perlu penyempurnaan pada penerbitan berikutnya karena adanya perkembangan kosa kata yang terus menerus atau statisnya kosa kata bahasa daerah dikarenakan penuturnya semakin berkurang di suatu daerah tersebut. Seperti penyusunan kamus yang lain, Kamus Kelumus Bahasa Melayu Lokal Bangka terdapat juga penjelasan tentang dialek seperti dialek Sungailiat, dialek Belinyu, dialek Cina, dialek Mapur, dialek Maras, dan dialek Tengah.
Kehadiran Kamus Kelumus Bahasa Melayu Lokal Bangka menambah kelengkapan dari kamus-kamus yang telah ada sebelumnya. Kamus yang dimulai dari kata a’/a’/ ayuk, kakak perempuan: nelah umah – Yanti, inilah rumah a’ Yanti, dan diakhiri dengan kata Zed /Zed/ nama desa di kecamatan Mendo Barat: lah lame ko dak gei midang ke–, sudah lama saya tidak pergi bertamu ke Zed.
Kamus yang berada di tangan Anda ini tidak hanya sekedar pelengkap tetapi menambah nuansa pengetahuan bagi pembaca dan generasi pembelajar berikutnya. Dikatakan demikian karena setiap kata yang terpatri di kamus tersebut merupakan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan saat proses belajar di sekolah terutama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Bentuk pembelajarannya yang dapat menggunakan kamus terutama pada pokok bahasan tentang kosa kata.






Ulasan
Belum ada ulasan.