Buku ini membahas cyberbullying sebagai tantangan sekaligus peluang bagi pendidikan akhlak di era digital. Pembahasan berangkat dari pergeseran lingkungan pendidikan akibat teknologi, mengenali karakter generasi digital, lalu memetakan cyberbullying dari sisi konsep, ruang, pola, dan maknanya sebagai krisis akhlak. Para pelaku, korban, dan saksi dibedah sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas, dan dampak perundungan ditelusuri pada diri, relasi sosial, pendidikan, dan kehidupan digital.
Dari pemahaman tersebut, buku ini menyusun benteng nilai berupa akhlak kepada sesama, pengendalian diri, empati, serta kejujuran dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu diterjemahkan ke dalam akhlak komunikasi digital dan literasi digital berbasis akhlak. Selanjutnya dibahas rekonstruksi pendidikan akhlak di keluarga dan sekolah, strategi menghadapi cyberbullying, serta model pendidikan akhlak preventif yang bertumpu pada keteladanan, pembiasaan, dan kolaborasi.
Bagian akhir memandang ke depan, yakni membangun budaya digital yang berakhlak, menimbang etika teknologi seperti kecerdasan buatan dan deepfake, dan merumuskan arah baru pendidikan akhlak menuju peradaban digital yang beradab. Setiap bab dilengkapi ayat Al-Qur’an dan hadis, dua ilustrasi, serta satu tabel analisis. Buku ditujukan bagi pendidik, orang tua, mahasiswa, dan pembuat kebijakan.








Ulasan
Belum ada ulasan.