SATU KITAB SUCI, SATU IDENTITAS DOKTRINAL: Asas Kepatutan dalam Menegaskan Batas Doktrin Allah dan Kristologi pada Tradisi Alkitab dan Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru disusun dari kegelisahan akademik terhadap perdebatan mengenai doktrin Allah dan Kristologi yang kerap berkembang menjadi perbedaan penafsiran berkepanjangan. Buku ini menawarkan pendekatan yang lebih tertib, proporsional, dan bertanggung jawab dengan menempatkan teks, konteks bahasa, sejarah, sastra, tradisi penafsiran, serta kerangka doktrinal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam memahami suatu ajaran keagamaan.
Konsep “asas kepatutan” menjadi landasan utama buku ini, yaitu prinsip untuk menilai suatu argumentasi berdasarkan batas yang wajar antara apa yang secara eksplisit dinyatakan dalam teks, apa yang merupakan hasil penafsiran, dan apa yang berkembang sebagai formulasi teologis. Melalui pendekatan tersebut, pembahasan mengenai Allah dan Yesus Kristus tidak sekadar diarahkan pada pertentangan ayat atau klaim tentang siapa yang paling benar, tetapi pada pengujian konsistensi argumentasi dalam keseluruhan sistem pemahaman teologis yang digunakan oleh masing-masing tradisi.
Buku ini secara khusus membahas Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru dengan memperhatikan pilihan penerjemahan, penggunaan terminologi, serta hubungan antara teks dan kerangka doktrinal yang melandasinya. Pembahasan diarahkan bukan semata-mata untuk kepentingan apologetis atau polemis, melainkan untuk membantu pembaca menilai argumentasi secara lebih objektif dan memahami bagaimana sebuah terjemahan dapat berhubungan dengan cara suatu komunitas membangun pemahaman tentang Allah dan Kristologi. Sensitivitas tema juga menjadi perhatian penting, sehingga kritik terhadap argumentasi ditempatkan sebagai bagian dari kajian ilmiah tanpa merendahkan keyakinan maupun martabat pihak yang berbeda.
Buku ini mengajak pembaca mengembangkan cara berpikir yang lebih sistematis dalam menghadapi perbedaan doktrinal. Setiap klaim perlu ditelusuri sumbernya, setiap penafsiran dipahami konteksnya, dan setiap kesimpulan diuji berdasarkan konsistensi serta kepatutan argumentasinya. Dengan pendekatan tersebut, persoalan Allah dan Kristologi dapat dikaji secara lebih kritis, adil, dan proporsional, sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa, akademisi, pemerhati studi agama, pemimpin komunitas keagamaan, dan pembaca umum untuk memahami perbedaan doktrinal melalui dialog ilmiah yang konstruktif.








Ulasan
Belum ada ulasan.