Buku Oikumene membahas gerakan keesaan gereja dalam konteks dunia yang terus berubah. Buku ini hadir sebagai upaya untuk memahami makna persatuan umat Kristen melalui pendekatan historis, biblika, teologis, dan praktis. Pembahasan tidak berhenti pada konsep, tetapi juga menyoroti bagaimana semangat oikumene dapat diterapkan dalam kehidupan gereja dan masyarakat.
Di dalamnya, pembaca diajak melihat berbagai dinamika, tantangan, dan peluang yang muncul dalam hubungan antar-denominasi dan antar-umat beriman. Perbedaan tradisi, pemahaman teologis, serta kepentingan kelembagaan dibahas secara kritis sebagai realitas yang perlu dihadapi melalui dialog terbuka, sikap saling menghargai, dan kerja sama yang berkelanjutan.
Buku ini juga menegaskan bahwa oikumene memiliki peran penting dalam mendorong perdamaian, keadilan sosial, solidaritas, dan pelayanan bersama. Kesatuan gereja tidak hanya dipahami sebagai keseragaman organisasi, tetapi sebagai kesediaan untuk berjalan bersama, membangun relasi, dan menghadirkan nilai-nilai Kristiani melalui tindakan nyata di tengah masyarakat yang majemuk.
Ditujukan bagi mahasiswa teologi, pelayan jemaat, aktivis lintas iman, dan pembaca umum, buku Oikumene diharapkan menjadi sumber pengetahuan sekaligus bahan refleksi. Melalui buku ini, pembaca didorong untuk ikut mewujudkan doa Kristus, “supaya mereka semua menjadi satu” sebagaimana tertulis dalam Yohanes 17:21.








Ulasan
Belum ada ulasan.